Aku, Laptopku dan Domainesia

Ini kisah tentangku dan laptopku. Kami dipertemukan 6 tahun lalu ketika aku masih duduk di bangku SMA. Saat itu kebutuhan digital sudah agak mendesak. Tugas-tugas sekolah semakin sering memaksaku untuk ngewarnet. Kalau seminggu sekali atau seminggu dua kali mungkin masih wajar. Tapi kalau harus sampai setiap hari ke warnet kupikir uang jajanku bisa jebol.

Akhirnya dibuatlah proposal pembelian laptop. Seluruh tabunganku dari sisa uang jajan kulaporkan kepada Ibuku.

“Mah, kayaknya kalau beli laptop bisa agak hemat daripada harus ke warnet tiap hari. Gapapa lah patungan sama tabunganku juga,” selorohku pada ibuku.

“Memangnya tabunganmu sudah berapa?” tanya Ibu.

“Cuma 800 ribuan sih, mah. Tapi hampir semua teman-temanku juga udah pada punya laptop. InsyaAllah menunjang kebutuhan sekolah.”

“Anak zaman sekarang gaya-gayaan pengen laptop segala. Waktu mamah sekolah boro-boro ada laptop. Komputer saja masih langka yang punya.”

“Ya bukan gaya-gayaan, Mah. Dulu sama sekarang kebutuhannya beda,” timpalku.

“Ya sudah nanti mamah ngobrol dulu sama Bapak sama Kakakmu. Harga laptop kan gak murah.”

Singkat cerita, proposal diplomasiku soal beli laptop di ACC. Walaupun harus menunggu sampai sebulan (nunggu gajian bapak sama kakak).

Sejak itulah petualanganku dimulai.

Awalnya, kebutuhannya hanya untuk tugas sekolah yang enggak jauh dari microsoft office. Tapi semakin lama aku semakin mengerti ternyata laptop tidak hanya untuk itu.

Penghujung kelas 2 SMA aku mengenal Photoshop dan Corel Draw. Konon dua aplikasi itu paling banyak digunakan di dunia design.

Benar saja. Saat guruku tahu aku menguasai dua aplikasi itu, ia memintaku menjadi PJ (penanggung jawab) pembuatan membuatkan kartu OSIS.

Berbekal pengalaman membuat kartu OSIS, kemudian aku menawarkan jasa membuat kartu anggota untuk ekskur Pramuka dan PMR. Qodarullah ketua dan pembina masing-masing eskur menyetujuinya. Saat itu pandanganku tentang laptop meningkat: ternyata laptop juga bisa jadi mesin uang.

Hingga lulus SMA, Alhamdulillah seluruh biaya sekolah (SPP dan tugas-tugas) ter-cover dari usaha pembuatan ID Card edit foto.

Yang paling menggembirakan dari semua itu adalah kebanggaan dari ibuku. Aku tahu bagi kami laptop ini benda mewah dan tidak murah. Karenanya, sejak ibu membelikannya aku berazam akan menggunakannya dengan amanah.

Carita tidak habis sampai di sana. Hari ini semuanya serba online. Laptopku mempunyai teman baru, DomaiNesia namanya.

Cerita serba online ini berawal dari jurusan yang kuambil di perkuliahan, yakni Ilmu Komunikasi Jurnalistik.

Andai saja aku mengambil jurusan lain, mungkin akan lain ceritanya. Mungkin saja yang aku tahu hanya Facebook, Twitter, What’s App dan sosial media lainnya.

Qodarullah, dari kuliah di jurusan Jurnalistik inilah aku dibukakan wawasan tentang dunia online masa kini. Awalnya mungkin hanya seputar dunia Jurnalisme Online yang kini tengah marak, tapi, bukan Eki namanya kalau enggak penasaran mencoba hal baru.

Saat itu aku memulainya dengan blogging. Seperti kebanyakan blogger pemula lainnya, pada fase awal pasti ‘centil’ ngoprek tampilan. Pasang widget ini itu, pasang hiasan ini itu, tanpa sadar isinya kosong melompong. Lucu sekali fase itu.

Tapi tak mengapa, tanpa melalui fase itu aku gak mungkin menasihatkan kepada audiens dalam seminarku tentang blog bahwa yang terpenting dari sebuah website atau blog adalah konten (isi), bukan tampilan.

Terlepas dari entah itu web berupa blog pribadi, download film, atau toko online. Nomor 1 tetap konten.

Beranjak ke fase berikutnya, aku mengenal istilah SEO (Search Engine Optimization), user friendly, mobile friendly, CSS, HTML, hingga istilah domain dan hosting.

Di fase ini aku mulai berpikir satu kata: ‘Profesional’

Jika sebelumnya aku hanya berkutat pada blog gratisan, isi konten semaunya, landasannya hanya hobi, maka pada fase ini aku mulai berpikir tentang apa tujuan menggeluti dunia internet ini.

Hingga pada akhirnya aku menemukan berbagai ide yang bisa kuaplikasikan dalam dunia internet ini.

Yang kini sedang kugarap adalah portal online (media online). Ini sesuai dengan jurusan kuliahku. Aku membuat portal berita yang memiliki segmen khusus, yakni Chelsea Nusantara.

Media ini dikhususkan untuk para penggemar Chelsea FC yang berada di Indonesia.

Mengapa tidak situs bola secara umum saja?

Sebentar. Pepatah sunda bilang: ‘Tong ngarawu ku siku’. Artinya, jangan maruk atau serakah.

Coba saja ambil air dengan sikut tangan, pasti enggak setetes pun air kita dapat. Tapi ketika kita mengambil air hanya dengan kedua telapak tangan kita yang disatukan, tentu kita memperoleh air itu.

Itu amanah dari Ibuku. Jangan nafsu ingin meraih banyak hal. Pastikan saja hanya satu, tapi benar-benar kita raih.

Lalu dibuatlah logo, dan slogan dari media Chesea Nusantara itu. Slogannya ‘Membirukan Indonesia’. Sedangkan logonya bisa dilihat di bawah ini.

Logo dan slogan merupakan dua dari beberapa syarat agar website kita tampak profesional. Tidak abal-abal.

Syarat selanjutnya adalah domain khusus. Domain khusus di sini biasa dikenal dengan istilah Top Level Domain.

Top level domain masih terbagi ke dalam dua jenis, yakni gTLD atau generic Top Level Domain dan ccTLD atau country code Top Level Domain.

gTLD merupakan domain yang sifatnya umum. Contohanya .com untuk keperluan komersial, .org untuk keperluan organisasi, .edu untuk keperluan pendidikan dan .info untuk website yang diperuntukkan sebagai sarana informasi.

Sementara ccTLD merupakan domain yang dikhususkan atau diklasifikasikan sesuai dengan kode negara.

Berikut beberapa contoh kode ccTLD untuk beberapa negara:

  • .id untuk nama domain di Indonesia
  • .uk untuk nama domain di Inggris (singkatan dari United Kingdom)
  • .sg untuk nama domain di Singapura
  • .us untuk nama domain di Amerika Serikat (singkatan dari United State)
  • .au untuk nama domain di Australia
  • .br untuk nama domain di Brazil
  • .fi untuk nama domain di Finlandia.

Untuk kepemilikian domain ccTLD biasanya ada syarat tertentu. Contohnya untuk domain .id disyaratkan memiliki KTP berkewarganegaraan Indonesia.

Untuk portal Chelsea Nusantara sendiri aku menggunakan domoain .com.

Mengapa tidak .info? Bukannya itu website berita atau informasi?

Memang sih, tapi netizen di Indonesia sendiri lebih familiar dengan domain .com. Dan perlu diketahui, menurut Asep Syamsul Romli atau biasa disebut Kang Romel (seorang blogger profesional), mesin pencari google ternyata lebih mendahulukan domain .com dibanding domain-domain lainnya untuk ditampilkan di halaman pertama mesin pencari (Search Engine).

Oh ya, selain domain, hosting dan SSL juga penting bagi sebuah web. Domain berbayar membuat web kita tampak profesional di mata manusia, sementara dengan hosting pribadi dan sertifikat SSL, web kita akan ramah dengan mesin pencari.

Keuntungannya, website kita akan lebih mudah berada di halaman pertama mesin pencari, karena dinilai aman dan berkualitas.

Hal itu tak lepas dari struktur yang ada pada website dengan CMS WordPress yang banyak digunakan para pegiat website yang memilih menggunakan self-hosting.

Pasti bingung ya gara-gara banyak istilah yang masih asing?

Dulu aku dan laptopku juga merasa begitu. Dunia website hampir seperti hutan belantara yang sulit untuk dijelajahi.

Tapi tidak setelah kami menemukan teman baru bernama DomaiNesia. Selain menyediakan layanan yang membuat website tampil profesional dan elegan. DomaiNesia juga menawarkan kemudahan membuat website sendiri.

Untuk pengetahuan beberapa istilah dalam dunia website dan step by step bagaimana membuat website, dulu aku mempelajarinya di Blog DomaiNesia. Di sana banyak artikel yang memberikan banyak pengetahuan yang memudahkanku memasuki dunia website.

Ketika memulai pun sebetulnya kesulitan itu masih saja ada. Tapi lagi-lagi DomaiNesia memberikan pelayanan prima melalui Costumer Service (CS) yang mereka punya: ada Bang Irfan, Bang Resha, Mas Cevy dan Mbak Adisty yang selalu siaga memberikan panduan via chat.

Meski sempat malu, minder karena merasa paling banyak nanya ke para CS DomaiNesia, tapi Alhamdulillah sampai saat ini mereka masih ramah melayani setiap kendala yang aku punya.

Perkenalkan, ini website portal berita yang aku buat dengan menggunakan layanan DomaiNesia.

Chelseanusantara.com menggunakan layanan domain, hosting dan sertifikat SLL dari DomaiNesia. Sejak diluncurkan, Alhamdulillah belum pernah mengalami down, meski masih menggunakan layanan hosting untuk pemula yang minimalis dengan harga ekonomis. 
Kamu tertarik dengan apa yang aku dan laptopku buat bersama teman barunya si DomaiNesia itu?

Caranya cukup mudah. Selain dipandu oleh para CS, kamu juga diberi kesempatan untuk membuat website sendiri. So, ini bakal jadi pengalaman luar biasa kamu selanjutnya.

DomaiNesia menyediakan fitur Instant Deploy. Dengan fasilitas ini kamu bisa membuat web hanya dengan satu klik.

Kamu hanya diminta memilih layanan (CMS) apa yang mau kamu gunakan. Di sana tersedia WordPress, Drupal, Joomla, Ghost, PrestaShop, OpenCart, LiteCart, Magento, dan masih banyak pilihan lainnya.

Untuk pemula, aku sangat menyarankan untuk memilih WordPress. Selain penggunaannya mudah, WordPress juga merupakan CMS yang banyak digunakan karena strukturnya yang bersahabat dengan mesin pencari.

 Instant Deploy
So, tunggu apa lagi? Waktu tidak akan pernah menunggumu. Zaman terus bergulir. Sudah saatnya idemu dikreasikan dan bisa diakses demi kebermanfaatan banyak manusia.

Karena hidup tak kenal siaran tunda
Semangat menjadi lebih baik jangan pernah mereda
Syukuri, maksimalkan potensi dan sarana yang ada
Aku dan laptopku telah membuktikannya
DomaiNesia Memang baik adanya.

*NB: Tunggu kreasi aku dan laptopku berikutnya bersama DomaiNesia.

—————————————————————-

Tag: domainesia, domain, hosting, hosting domain murah, hosting murah indonesia, cara membuat blog, cara membuat website.
Sumber: www.domainesia.com
www.kata-kita.com

Tips Membuat Konten Blog yang SEO dari Mindy McAdams


Tips Membuat Artikel Blog yang SEO dari Mindy McAdams – Ini adalah postingan ke sekian tentang bagaimana membuat konten blog yang bagus untuk blog. Kali ini tipsnya berasal dari Mindy McAdams yang dikutip dari buku Jurnalistik Online karya Kang Romli.

1. Short Paragraphs
Gunakan paragraf pendek, usahakan jangan lebih dari 100 kata. Pada halaman website, paragraf berisi 100 kata telah terlihat panjang. Pembaca malas membaca paragraf yang panjang.

2. Chunk
Potong atau pilah tulisan yang panjang menjadi beberapa bagian. Gunakan tag read more.

3. Headings
Judul artikel harus benar-benar menunjukkan isi artikel tersebut.

4. Subheadings
Jika teks lebih dari 300 kata, penggunaan subjudul akan memudahkan proses pemindaian (scanning), baik oleh mesin pencari maupun oleh pembaca.

5. Blodface
Tebalkan (bold) pada kata atau frasa tertentu yang bisa memudahkan pembaca menemukan kata kunci (keyword) yang mereka cari.

6. Lists
Buat daftar kalimat bernomor (bullet and numbering) yang bisa mempermudah pembaca dalam memahami konten blog/ artikel yang kita suguhkan.

Bagaimana, mudahkan? Saya harap tips ini dimanfaatkan dengan baik, tujuannya supaya blog kita disukai Google, setelah disukai maka kemungkinan muncul di halaman pertama Google akan semakin tinggi. Dengan begitu blog kita mudah ditemukan oleh orang-orang dan tentunya artikel yang kita buat pun tidak sia-sia, karena ada yang membacanya.

Disarankan juga untuk custom domain, biar blog kita lebih dipercara karena dianggap lebih kredibel dan profesional.

Karena Itu Pilihanku, Karena Itu Jalanku

Karena itu Pilihanku, Karena itu Jalanku - Blog Eki Baehaki

Ada hal kecil dan sederhana yang selama ini luput dari perhatianku: kesetiaan. Mungkin bagi orang lain kesetiaan adalah hal besar dan tidak sederhana, karena setelah kusadari, tanpa hal ini apapun tidak akan pernah terwujud.

Banyak orang mengenal kesetiaan hanya pada hubungannya dengan orang lain, entah itu persahabatan, pernikahan dan hubungan antarmanusia lainnya.

Tapi sebetulnya kesetiaan tidak hanya harus diterapkan pada hubungan baik antarmanusia saja. Kesetiaan perlu juga diterapkan pada aspek lainnya.

Seperti yang belum lama aku sadari bahwa kesetiaan juga penting untuk mewujudkan impian. Kesetiaan juga penting dalam mengukuhkan identitas dan jati diri.

Aku pernah bermimpi menjadi penulis buku, tapi karena satu dan lain hal, impian itu redup perlahan bahkan padam sebelum menyala sempurna.

Aku juga pernah bermimpi menjadi motivator, tapi mimpi itu keburu layu sebelum mekar sempurna.

Semua itu karena ketidaksetiaan. Aku terlalu mudah tergoda oleh ketertarikan baru.

Andai aku setia pada mimpi-mimpi itu, mungkin saat ini semuanya telah terjadi.

Usiaku 22. Kini aku menyadari dan memahami.

Maka akan kuteruskan perjalanan ini.

Akan kuhidupkan kembali mimpi-mimpi itu.

Karena itu pilihanku, karena itu jalanku.

(Karawang, 15 Juli 2017)

Hambatan Psikologis dalam Komunikasi Massa

Hambatan Psikologis dalam Komunikasi Massa

Setiap kegiatan atau proses komunikasi, baik komunikasi antarpersonal, komunikasi organisasi atau pun komunikasi massa sudah barang tentu akan menemui berbagai hambatan. Hambatan dalam kegiatan komunikasi tersebut akan mempengaruhi sejauh mana efektivitas dari komunikasi tersebut.

Dalam komunikasi massa, hambatan ini relatif lebih kompleks dibanding dalam komunikasi lainnya. Hal itu disebabkan komunikan dalam komunikasi massa yang bersifat heterogen.

Demi keefektivan proses komunikasi massa, maka para pelaku atau pegiat komunikasi massa (terkhsusus orang-orang media) seyogianya mengetahui hambatan-hambatan tersebut.

Hambatan Psikologis

Beberapa hambatan psikologis dalam komunikasi massa di antaranya kepentingan (interest), prasangka (prejudice), stereotip (stereotype) dan motivasi. Disebut sebagai hambatan psikologis karena hambatan-hambatan tersebut merupakan unsur-unsur dari kegiatan psikis manusia (Ardianto, 2014: 89)

Perbedaan Kepentingan (Interest)

Kepentingan atau Interest akan membuat manusia selektif dalam menanggapi atau menghayati sebuah pesan. Mereka hanya akan memperhatikan stimulus yang berhubungan dengan kepentingannya.

Baca juga: Jurnalisme Kuning: Pengertian, Sejarah dan Karakternya

Effendy dalam Ardianto (2014: 90) menggambarkan situasi tersebut dengan tersesatnya seseorang di dalam hutan. Jika dalam beberapa hari di hutan itu ia tidak menemukan makanan, maka ia akan lebih memperhatikan stimulus yang berkaitan dengan kepentingannya; makanan.

Andai kata dalam situasi kelaparan tersebut ia dihadapkan pada dua pilihan antara sekotak emas batangan dengan makanan, maka yang menjadi pilihan utamanya adalah makanan.

Prasangka

Menurut Sears, prasangka berkaitan dengan persepsi orang tentang seseorang atau kelompok lain, dan sikap serta perilakunya terhadap mereka, Sears dalam Ardianto (2014: 91).

Menurut Rakhmat dalam Ardianto (2014: 91), persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.

Persepsi dipengaruhi oleh faktor personal dan faktor situasional. Faktor-faktor tersebut antara lain kebutuhan (need), pengalaman masa lalu, peran dan status.

Pembahasan singkat mengenai persepsi telah menunjukkan kepada kita bahwa persepsi dapat menentukan sikap orang terhadap stimulus (benda, manusia, peristiwa) yang dihadapinya.

Dalam konteks proses atau kegiatan komunikasi massa, prasangka komunikan media massa biasanya didasari persepsi tentang media massa yang menjadi penyalur pesan.

Contoh nyata dalam kasus ini adalah prasangka masyarakat tentang Metro Tv. Karena beberapa kali dianggap tidak menyajikan informasi yang objektif dan berimbang, maka masyarakat kehilangan kepercayaan kepada Metro Tv, sekalipun di lain waktu mereka menyajikan informasi yang objektif dan berimbang.

Adanya plesetan ‘Metro Tipu’ merupakan bukti nyata prasangka menjadi hambatan dalam komunikasi massa. Dengan adanya plesetan tersebut, menunjukkan betapa masyarakat akan sulit menerima pesan yang disampaikan Metro Tv.

Stereotip

Prasangka selalu berdampingan dengan stereotip yang merupakan hgambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negatif (Gerungan dalam Ardianto, 2014: 92).

Stereotip mengenai orang lain atau golongan lain sudah terbentuk pada orang yang berprasangka, meski sesungguhnya orang yang berprasangka itu belum bergaul dengan orang yang diprasangkainya. Jadi, stereotip itu terbentuk pada dirinya berdasarkan keterangan-keterangan yang kurang lengkap dan subjektif.

Stereotip yang sering kita dengar sehari-hari adalah bahwa orang Batak itu berwatak keras, orang jawa itu lembut dan lain sebagainya.

Motivasi

Semua tingkah laku manusia pada dasarnya memiliki motif tertentu. Begitu pula dengan seseorang yang menonton televisi, membaca koran atau membaca media online.

Motif merupakan suatu pengertian yang melingkupi semua penggerak , alasan-alasan  atau dorongan-dorongan-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan manusia berbuat sesuatu. (Gerungan, 1983: 142).

Ada yang menonton televisi dengan motif karena ia susah tidur, ada yang membaca koran karena jenuh menunggu antrean dan ada yang membaca dan menonton atas dasar ingin menambah wawasan atau mengetahui informasi terkini.

Dengan perbedaan motif di antara komunikan media massa tersebut, maka berbeda pula efek yang muncul.

Semakin tujuan suatu komunikasi yang dibawa komunikator sesuai dengan motivasi komunikan dalam menerimanya, maka bisa dikatakan komunikasi tersebut berjalan efektif.

Jurnalisme Kuning: Pengertian, Sejarah dan Karakternya


Jurnalisme kuning
atau yellow journalism adalah surat kabar atau majalah yang dengan sengaja mengeksploitasi sesuatu untuk merebut perhatian dan minat pembaca dengan muslihat yang membangkitkan emosi pembaca tanpa disertai fakta (Mulyadi, 2013: 18).

Setelah adanya media online, jurnalime kuning tidak hanya diterapkan oleh majalah atau surat kabar (media cetak) saja, tetapi juga pada kebanyakan media online.

Dalam bukunya Stanley J. Baran, Introduction to Mass Communication, Media Literacy and Culture, dijelaskan bahwa jurnalisme kuning adalah jurnalisme yang menekankan pada sensasi seks, kriminal, dan berita malapetaka (McGraw-Hill, 2004: 109).

Baca Juga: Perbedaan Pers Timur dan Pers Barat

Secara teknis media itu membuat judul dalam ukuran huruf besar, penggambaran yang kasar dan bergantung pada kartun (karikatur) serta berwarna warni.

Sejarah

Jurnalisme Kuning lahir ketika ada pertempuran headline dua media di New York tahun 1800-an, antara Joseph Pulitzer dengan Wiliam Randolph Hearst.

Paham atau aliran jurnalisme kuning turut mewarnai dunia pers di Indonesia setelah runtuhnya rezim Soeharto atau pada masa orde baru.

Kebebasan pers di masa reformasi disalahgunakan dengan maraknya media yang menyajikan berita terlalu fantastis, bombastis dan cenderung berlebih-lebihan.

Karakteristik

Jurnalisme kuning lebih menekankan unsur sensasional dan dramatis dalam menyajikan berita. Ciri utama dari koran kuning adalah aspek visual yang cenderung berlebihan dan dominan ketimbang teks beritanya.

Adapun karakteristik dari jurnalisme kuning atau media kuning secara lengkap adalah sebagai berikut:

  1. Scare-heads; headline yang memberi efek ketakutan, ditulis dalam ukuran font yang sangat besar dan dicetak dengan warna hitam atau merah.
  2. Penggunaan foto dan atau gambar yang berlebihan (lebih dominan daripada teks)
  3. Menjadi suplemen di hari minggu, yang berisi komik berwarna dan artikel-artikel sepele.
  4. Adanya teknik verbal yang negatif seperti: judul yang menipu, wawancara palsu, pseudo-science dan judul-judul yang menyesatkan.
  5. Nilai berita (news value) yang mendasar seperti penting, aktual, faktual, berpengaruh tidak diindahkan.
  6. Media yang menggunakan aliran jurnalisme kuning ini lebih tertarik memberitakan isu yang kontrovesi seperti sex, konflik dan kriminal.
  7. Konten berita pada media kuning sering disebut ‘berita sampah’

Dalam versi media online, jurnalisme kuning sering disebut clickbait journalism atau jurnalisme umpan klik. Media yang menggunakan aliran ini lebih mementingakan bagaimana berita atau tulisan pada website mereka di klik, bukan untuk dibaca. Sehingga orientasi utamanya adalah pada tingginya rating dan melimpahnya penghasilan dari iklan (mayoritas iklan dari adsense).

Baca juga: Jenis-jenis Media Online

Dalam pembahasaan yang lebih halus, media yang menganut aliran ini tidak seimbangnya antara fungsi keredaksian dengan fungsi marketing dimana fungsi marketing lebih menonjol.

Disarikan dari buku Jurnalisme Dasar – Panduan Praktis Jurnalis yang ditulis oleh Nadi Mulyadi dan Asti Musman. Penerbit Citra Media.

Bisnis, Sebuah Proses Pertukaran Nilai

Bisnis, Sebuah Proses Pertukaran Nilai – Kualitas tidak lagi hanya berkenaan dengan produk. Bila Anda memiliki sebuah kualitas yang dibutuhkan oleh orang lain, maka Anda telah siap untuk berbisnis. Sehingga, sebetulnya semua upaya pengembangan bisnis, adalah program pengembangan kualitas pada diri dan organisasi kita yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Pebisnis yang terus berhasil menyediakan nilai yang dibutuhkan oleh pelanggannya, dan yang menjaga nilai itu agar tetap lebih baik daripada yang bisa disediakan oleh para pesaingnya; akan tetap berada di klasemen atas dalam persaingan.

Sedangkan mereka yang terhapus dari persaingan, bahkan mereka yang dulu pernah menjadi penguasa pasar; adalah selalu mereka yang gagal memelihara nilai dari yang disampaikannya bagi keuntungan pelanggan mereka.

Disadur dari artikel Mario Teguh dengan judul Money-Making Quality

Menulis Konten Blog yang Baik dan Benar

konten-blog-scannable

Tips Menulis Konten Blog yang Baik dan Benar – Blogger yang baik adalah memerhatikan konten blog-nya, baik dari segi tulisan (posting) maupun desain (template).

Dari sisi konten, seorang blogger sebaiknya tidak menulis serampangan semau dirinya. Ia harus memperhatikan bagaimana postingannya itu agar mudah dipahami oleh pembaca atau pengguna blog-nya (user friendly).

Hal penting lain yang harus diperhatikan seorang blogger ialah bagaimana citra tulisannya di ‘mata’ mesin pencari. Kita musti ingat bahwa menulis di blog bukan hanya disajikan kepada manusia tetapi juga kepada robot mesin pencari (search engine).

Untuk itu, selain ramah pengguna (user friendly) tadi, hendaknya tulisan di blog juga harus ramah mesin pencari (SEO friendly).

Dalam judul, saya menuliskan kata baik dan benar. Kedua kata tersebut akan saling melengkapi keharusan seorang blogger dalam membuat tulisan untuk blog-nya.

Sebuah tulisan di blog dikatakan benar jika telah memenuhi hak pembaca (reader), pengguna (user) dan pengunjung (visitor). Hak tersebut adalah memperoleh bacaan atau informasi yang ‘layak’, yakni dengan ejaan yang benar (mudah dibaca) dan diksi (kata-kata) yang mudah dipahami.

Sementara tulisan di blog yang baik itu ialah yang mudah dipindai (scannable), baik oleh manusia atau pun oleh mesin pencari.

Tips Membuat Tulisan yang Scannable

Adapun beberapa tips menulis konten blog yang mudah dipindai adalah sebagai berikut:

  1. Buat judul postingan yang sederhana (simple) dan langsung ke pokok (straightforward)
  2. Setelah menulis kurang lebih lima paragraf, dianjurkan menambahkan anak judul (sub-judul) atau yang kita kenal H2, H3 dan seterusnya.
  3. Setiap paragraf diusahakan pendek (tidak lebih dari 4 baris) dan fokus pada satu ide
  4. Menggunakan bulleted and numbered list
  5. Gunakan spasi putih setiap paragraf (white space)
  6. Kata-kata yang dinilai penting sebaiknya menggunakan warna yang berbeda atau dicetak tebal (bold), atau dicetak miring (italic).

Contoh Tulisan yang Scannable

Diego Costa Memimpin Daftar Pencetak Gol Terbanyak (Top Score) Liga Primer inggris
INFOCFC.COM, LONDON – Inilah daftar pencetak gol terbanyak Liga Primer inggris.

  1. Diego Costa – 76 gol (Chelsea)
  2. Eden Hazard – 54 gol (Chelsea)
  3. Ibrahimovic – 18 gol (Manchester United)
  4. Lukaku – 17 gol (Everton)
  5. Mesut Ozil – 12 gol (Arsenal)
  6. Paul Pogba – 8 gol (Manchester United)
  7. Sergio Aguero – 5 gol (Manchester City)
  8. Coutinho – 2 gol (Liverpool)

(Daftar top score di atas hanya contoh, bukan berdasarkan data asli).

Niche Blog yang Bagus untuk Adsense

niche-blog-yang-bagus-untuk-adsense

Niche Blog umumnya dikenal sebagai kecenderungan topik bahasan yang ada dalam suatu blog. Layaknya manusia, blog pun memiliki karakter atau kekhasan masing-masing. Hal itu tentu tak terlepas dari siapa pemilik blog tersebut.

Seorang blogger yang serius, dalam arti menjadikan bloggernya sebagai salah satu atau satu-satunya sumber penghasilan akan benar-benar serius dalam memilih niche terbaik untuk blog-nya.

Mengapa? Karena niche blog yang bagus akan mengundang banyak visitor (pengunjung). Tentunya dibarengi dengan keterampilan SEO yang fantastis. Dengan begitu, pundi-pundi dolar dari Adsense pun akan terus mengalir.

Berbicara mengenai niche blog akan sangat bertentangan dengan blogger yang memiliki orientasi blogging sebatas untuk menulis catatan harian sebagai aktualisasi diri.

Mereka tidak akan pusing-pusing dengan bahasan niche blog, apalagi teknik SEO. Yang terpenting bagi mereka adalah bagaimana mereka terus menulis sesuai minat dan passion mereka dan bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki minat dan passion di bidang yang sama.

Well, selanjutnya kita bahas satu per satu niche blog apa saja yang akan mendatangkan banyak visitor sehingga bagus untuk Adsense.

  1. Berita (News)

Para akademisi, aktivis dan pengamat komunikasi massa saat ini tengah kebakaran kumis, pasalnya, banyak media-media online berbasis blog yang dengan seenaknya membuat berita tanpa paham kode etik yang harus dipenuhinya. Alhasil berita-berita yang dibuat pun cenderung serampangan, hoax dan sulit dipertanggungjawabkan.

Namun dilihat dari kacamata blogger, tulisan-tulisan berbentuk berita sangat berpotensi mendatangkan visitor berlimpah. Hal ini disebabkan aktualitas berita yang selalu menyuguhkan hal baru dan hangat di tengah masyarakat.

Jika berminat membuat blog dengan niche berita, Anda bisa mempelajari terlebih dahulu mengenai dasar-dasar kejurnalistikan di blognya Pak Asep Syamsul Romli atau Pak Enjang Muhaemin yang merupakan akademisi, praktisi sekaligus pengamat dalam bidang ini.

  1. Blogging (Tutorial Blog)

Aneh tapi nyata, niche blog yang kedua ini ternyata banyak digandrungi. Terutama bagi kalangan blogger itu sendiri. Biasanya, yang dilakukan blogger pemula adalah merombak tampilan pada blog-nya. Memperindahnya sedemikian rupa. Pasang widget in itu dan plug ini itu. Cari-cari template yang seo friendly, mobile friendly, responsive, dan masih banyak lagi lainnya. Setelah itu yang pasti dilakukan ialah membaca artikel-artikel tentang teknik SEO dan bagaimana agar blog mereka banyak pengunjungnya.

Hal ini patut dijadikan pertimbangan oleh blogger professional dalam memilih niche blog. Karena bahasan berbau tutorial blogging seperti yang disebutkan di atas InsyaAllah tidak akan cepat basi. Selalu dicari seiring berdatangannya blogger baru.

  1. Ulasan Harga dan Spesifikasi Gadget (Teknologi)

Sebetulnya saya curiga dengan niche blog jenis ini, pasalnya dari blog satu ke blog lainnya yang membahas ini isinya hampir sama, apa betul mereka saling copy paste?

Mudah-mudah saja tidak. Mungkin itu hanya asumsi saja. Karena pada niche mana pun kecenderungannya selalu ada kemiripan konten (isi).

Pertimbangan memilih niche jenis ini ialah kebutuhan masyarakat akan gadget. Entah itu alat komunikasi seperti smartphone, atau pun laptop dan computer untuk menunjang dan mempermudah aktivitas kerja mereka.

Pertibangan lain memutuskan niche ini sebagai pilihan ialah banyaknya toko online di Indonesia yang memungkinkan akan mengiklankan produk mereka, khususnya gadget di blog-blog berniche jenis ini.

  1. Hal Unik dan Aneh

Hal unik dan aneh yang tentunya aktual selalu dinanti pengguna internet (netizen). Fakta ini saya peroleh ketika bekerja di salah satu media online besar dimana jumlah pengunjung terhadap artikel aneh dan unik ini begitu melimpah. Satu artikel bisa dibaca hingga 80 ribu orang.

Perbedaan Pers Timur dan Pers Barat

Kecintaan pada jurusan jurnalistik membuat saya ingin kembali berbagi pengetahuan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kejurnalistikan.

Kali ini saya ingin memaparkan sedikit tentang dua kiblat pers yang saling bertolak belakang, yakni pers timur dengan pers barat.

Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pers merupakan lembaga yang menaungi kegiatan jurnalistik.

Biasanya sering ada pertanyaan, “Apa bedanya jurnalis, jurnalistik dan pers?”

Maka jawabannya, jurnalis adalah orangnya (orang yang melakukan pencarian/peliputan/pengumpulan, pengolahan dan penyebarluasan informasi), jurnalistik adalah kegiatannya dan pers adalah lembaga yang menaunginya.

Pers Timur

Pers Timur menganggap berita atau informasi sebagai bagian dari pembangun Negara. Pers Timur menganggap berita harus ikut andil dalam pemeliharaan Negara.

Dikutip dari buku Hikmat Kusumaningrat berjudul Jurnalistik Teori dan Praktik, direktur kantro berita Uni Soviet, TASS, N.G. Palgunov, pada tahun 1956 menyatakan:

“.. News should not be merely concerned with reporting such and such a fact or event, it must  pursue a definite purpose… it should not simply report all fact and just any events… News must be dedicatic and instructive.

Berita harus tidak boleh hanya memperhatikan pelaporan fakta atau peristiwa ini dan itu saja, ia harus mengejar suatu tujuan yang pasti.. Ia tidak boleh hanya hanya melaporkan fakta dan peristiwa saja..  Berita harus bersifat didaktik dan mendidik.

Pers Barat

Pers Barat menganggap atau memandang berita atau informasi sebagai barang dagangan atau komoditi yang dapat diperjualbelikan. Oleh karena itu, sebagai barang dagangan maka berita harus menarik agar bisa laris.

Tidak heran jika raja pers dari inggris, Lord Nortchcliffe, mengatakan “News is anything out of ordinary” atau Berita adalah segala sesuatu yang di luar kebiasaan. Dan seorang wartawan bernama Walkley menambahkan “- combined with the element of surprises (digabungkan dengan unsur kejutan).

Dari dua kiblat pers tersebut sudah jelas tentang arah sebuah sistem pers tertuju. Ada yang berupaya menggunakan pers untuk mendidik dan membangun negaranya, dan ada yang ingin menjadikan pers hanya sebagai barang dagangan saja.

Pada kenyataannya, pers timur dan pers barat kini hanya tinggal istilah saja. Pers timur untuk pers positif, dan pers barat untuk pers negatif. Pers barat disebut negatif karena pada hakikatnya pers merupakan media informasi, bukan barang dagangan. Dan alangkah berbahayanya jika semakin banyak pers atau penerbitan yang lebih condong menganut pers negatif tersebut. Karena jika tujuannya hanya untuk kepentingan materi, maka suatu saat ia akan menghalalkan pemberitaan yang tidak akurat dan hanya berisi sensasi semata.