Aku, Laptopku dan Domainesia

Ini kisah tentangku dan laptopku. Kami dipertemukan 6 tahun lalu ketika aku masih duduk di bangku SMA. Saat itu kebutuhan digital sudah agak mendesak. Tugas-tugas sekolah semakin sering memaksaku untuk ngewarnet. Kalau seminggu sekali atau seminggu dua kali mungkin masih wajar. Tapi kalau harus sampai setiap hari ke warnet kupikir uang jajanku bisa jebol.

Akhirnya dibuatlah proposal pembelian laptop. Seluruh tabunganku dari sisa uang jajan kulaporkan kepada Ibuku.

“Mah, kayaknya kalau beli laptop bisa agak hemat daripada harus ke warnet tiap hari. Gapapa lah patungan sama tabunganku juga,” selorohku pada ibuku.

“Memangnya tabunganmu sudah berapa?” tanya Ibu.

“Cuma 800 ribuan sih, mah. Tapi hampir semua teman-temanku juga udah pada punya laptop. InsyaAllah menunjang kebutuhan sekolah.”

“Anak zaman sekarang gaya-gayaan pengen laptop segala. Waktu mamah sekolah boro-boro ada laptop. Komputer saja masih langka yang punya.”

“Ya bukan gaya-gayaan, Mah. Dulu sama sekarang kebutuhannya beda,” timpalku.

“Ya sudah nanti mamah ngobrol dulu sama Bapak sama Kakakmu. Harga laptop kan gak murah.”

Singkat cerita, proposal diplomasiku soal beli laptop di ACC. Walaupun harus menunggu sampai sebulan (nunggu gajian bapak sama kakak).

Sejak itulah petualanganku dimulai.

Awalnya, kebutuhannya hanya untuk tugas sekolah yang enggak jauh dari microsoft office. Tapi semakin lama aku semakin mengerti ternyata laptop tidak hanya untuk itu.

Penghujung kelas 2 SMA aku mengenal Photoshop dan Corel Draw. Konon dua aplikasi itu paling banyak digunakan di dunia design.

Benar saja. Saat guruku tahu aku menguasai dua aplikasi itu, ia memintaku menjadi PJ (penanggung jawab) pembuatan membuatkan kartu OSIS.

Berbekal pengalaman membuat kartu OSIS, kemudian aku menawarkan jasa membuat kartu anggota untuk ekskur Pramuka dan PMR. Qodarullah ketua dan pembina masing-masing eskur menyetujuinya. Saat itu pandanganku tentang laptop meningkat: ternyata laptop juga bisa jadi mesin uang.

Hingga lulus SMA, Alhamdulillah seluruh biaya sekolah (SPP dan tugas-tugas) ter-cover dari usaha pembuatan ID Card edit foto.

Yang paling menggembirakan dari semua itu adalah kebanggaan dari ibuku. Aku tahu bagi kami laptop ini benda mewah dan tidak murah. Karenanya, sejak ibu membelikannya aku berazam akan menggunakannya dengan amanah.

Carita tidak habis sampai di sana. Hari ini semuanya serba online. Laptopku mempunyai teman baru, DomaiNesia namanya.

Cerita serba online ini berawal dari jurusan yang kuambil di perkuliahan, yakni Ilmu Komunikasi Jurnalistik.

Andai saja aku mengambil jurusan lain, mungkin akan lain ceritanya. Mungkin saja yang aku tahu hanya Facebook, Twitter, What’s App dan sosial media lainnya.

Qodarullah, dari kuliah di jurusan Jurnalistik inilah aku dibukakan wawasan tentang dunia online masa kini. Awalnya mungkin hanya seputar dunia Jurnalisme Online yang kini tengah marak, tapi, bukan Eki namanya kalau enggak penasaran mencoba hal baru.

Saat itu aku memulainya dengan blogging. Seperti kebanyakan blogger pemula lainnya, pada fase awal pasti ‘centil’ ngoprek tampilan. Pasang widget ini itu, pasang hiasan ini itu, tanpa sadar isinya kosong melompong. Lucu sekali fase itu.

Tapi tak mengapa, tanpa melalui fase itu aku gak mungkin menasihatkan kepada audiens dalam seminarku tentang blog bahwa yang terpenting dari sebuah website atau blog adalah konten (isi), bukan tampilan.

Terlepas dari entah itu web berupa blog pribadi, download film, atau toko online. Nomor 1 tetap konten.

Beranjak ke fase berikutnya, aku mengenal istilah SEO (Search Engine Optimization), user friendly, mobile friendly, CSS, HTML, hingga istilah domain dan hosting.

Di fase ini aku mulai berpikir satu kata: ‘Profesional’

Jika sebelumnya aku hanya berkutat pada blog gratisan, isi konten semaunya, landasannya hanya hobi, maka pada fase ini aku mulai berpikir tentang apa tujuan menggeluti dunia internet ini.

Hingga pada akhirnya aku menemukan berbagai ide yang bisa kuaplikasikan dalam dunia internet ini.

Yang kini sedang kugarap adalah portal online (media online). Ini sesuai dengan jurusan kuliahku. Aku membuat portal berita yang memiliki segmen khusus, yakni Chelsea Nusantara.

Media ini dikhususkan untuk para penggemar Chelsea FC yang berada di Indonesia.

Mengapa tidak situs bola secara umum saja?

Sebentar. Pepatah sunda bilang: ‘Tong ngarawu ku siku’. Artinya, jangan maruk atau serakah.

Coba saja ambil air dengan sikut tangan, pasti enggak setetes pun air kita dapat. Tapi ketika kita mengambil air hanya dengan kedua telapak tangan kita yang disatukan, tentu kita memperoleh air itu.

Itu amanah dari Ibuku. Jangan nafsu ingin meraih banyak hal. Pastikan saja hanya satu, tapi benar-benar kita raih.

Lalu dibuatlah logo, dan slogan dari media Chesea Nusantara itu. Slogannya ‘Membirukan Indonesia’. Sedangkan logonya bisa dilihat di bawah ini.

Logo dan slogan merupakan dua dari beberapa syarat agar website kita tampak profesional. Tidak abal-abal.

Syarat selanjutnya adalah domain khusus. Domain khusus di sini biasa dikenal dengan istilah Top Level Domain.

Top level domain masih terbagi ke dalam dua jenis, yakni gTLD atau generic Top Level Domain dan ccTLD atau country code Top Level Domain.

gTLD merupakan domain yang sifatnya umum. Contohanya .com untuk keperluan komersial, .org untuk keperluan organisasi, .edu untuk keperluan pendidikan dan .info untuk website yang diperuntukkan sebagai sarana informasi.

Sementara ccTLD merupakan domain yang dikhususkan atau diklasifikasikan sesuai dengan kode negara.

Berikut beberapa contoh kode ccTLD untuk beberapa negara:

  • .id untuk nama domain di Indonesia
  • .uk untuk nama domain di Inggris (singkatan dari United Kingdom)
  • .sg untuk nama domain di Singapura
  • .us untuk nama domain di Amerika Serikat (singkatan dari United State)
  • .au untuk nama domain di Australia
  • .br untuk nama domain di Brazil
  • .fi untuk nama domain di Finlandia.

Untuk kepemilikian domain ccTLD biasanya ada syarat tertentu. Contohnya untuk domain .id disyaratkan memiliki KTP berkewarganegaraan Indonesia.

Untuk portal Chelsea Nusantara sendiri aku menggunakan domoain .com.

Mengapa tidak .info? Bukannya itu website berita atau informasi?

Memang sih, tapi netizen di Indonesia sendiri lebih familiar dengan domain .com. Dan perlu diketahui, menurut Asep Syamsul Romli atau biasa disebut Kang Romel (seorang blogger profesional), mesin pencari google ternyata lebih mendahulukan domain .com dibanding domain-domain lainnya untuk ditampilkan di halaman pertama mesin pencari (Search Engine).

Oh ya, selain domain, hosting dan SSL juga penting bagi sebuah web. Domain berbayar membuat web kita tampak profesional di mata manusia, sementara dengan hosting pribadi dan sertifikat SSL, web kita akan ramah dengan mesin pencari.

Keuntungannya, website kita akan lebih mudah berada di halaman pertama mesin pencari, karena dinilai aman dan berkualitas.

Hal itu tak lepas dari struktur yang ada pada website dengan CMS WordPress yang banyak digunakan para pegiat website yang memilih menggunakan self-hosting.

Pasti bingung ya gara-gara banyak istilah yang masih asing?

Dulu aku dan laptopku juga merasa begitu. Dunia website hampir seperti hutan belantara yang sulit untuk dijelajahi.

Tapi tidak setelah kami menemukan teman baru bernama DomaiNesia. Selain menyediakan layanan yang membuat website tampil profesional dan elegan. DomaiNesia juga menawarkan kemudahan membuat website sendiri.

Untuk pengetahuan beberapa istilah dalam dunia website dan step by step bagaimana membuat website, dulu aku mempelajarinya di Blog DomaiNesia. Di sana banyak artikel yang memberikan banyak pengetahuan yang memudahkanku memasuki dunia website.

Ketika memulai pun sebetulnya kesulitan itu masih saja ada. Tapi lagi-lagi DomaiNesia memberikan pelayanan prima melalui Costumer Service (CS) yang mereka punya: ada Bang Irfan, Bang Resha, Mas Cevy dan Mbak Adisty yang selalu siaga memberikan panduan via chat.

Meski sempat malu, minder karena merasa paling banyak nanya ke para CS DomaiNesia, tapi Alhamdulillah sampai saat ini mereka masih ramah melayani setiap kendala yang aku punya.

Perkenalkan, ini website portal berita yang aku buat dengan menggunakan layanan DomaiNesia.

Chelseanusantara.com menggunakan layanan domain, hosting dan sertifikat SLL dari DomaiNesia. Sejak diluncurkan, Alhamdulillah belum pernah mengalami down, meski masih menggunakan layanan hosting untuk pemula yang minimalis dengan harga ekonomis. 
Kamu tertarik dengan apa yang aku dan laptopku buat bersama teman barunya si DomaiNesia itu?

Caranya cukup mudah. Selain dipandu oleh para CS, kamu juga diberi kesempatan untuk membuat website sendiri. So, ini bakal jadi pengalaman luar biasa kamu selanjutnya.

DomaiNesia menyediakan fitur Instant Deploy. Dengan fasilitas ini kamu bisa membuat web hanya dengan satu klik.

Kamu hanya diminta memilih layanan (CMS) apa yang mau kamu gunakan. Di sana tersedia WordPress, Drupal, Joomla, Ghost, PrestaShop, OpenCart, LiteCart, Magento, dan masih banyak pilihan lainnya.

Untuk pemula, aku sangat menyarankan untuk memilih WordPress. Selain penggunaannya mudah, WordPress juga merupakan CMS yang banyak digunakan karena strukturnya yang bersahabat dengan mesin pencari.

 Instant Deploy
So, tunggu apa lagi? Waktu tidak akan pernah menunggumu. Zaman terus bergulir. Sudah saatnya idemu dikreasikan dan bisa diakses demi kebermanfaatan banyak manusia.

Karena hidup tak kenal siaran tunda
Semangat menjadi lebih baik jangan pernah mereda
Syukuri, maksimalkan potensi dan sarana yang ada
Aku dan laptopku telah membuktikannya
DomaiNesia Memang baik adanya.

*NB: Tunggu kreasi aku dan laptopku berikutnya bersama DomaiNesia.

—————————————————————-

Tag: domainesia, domain, hosting, hosting domain murah, hosting murah indonesia, cara membuat blog, cara membuat website.
Sumber: www.domainesia.com
www.kata-kita.com